Catatan Studi: Hanya 1% Warga Denmark yang Terinfeksi Corona

Sebuah Hasil studi menunjukkan bahwa hanya sekitar 1% saja dari keluarga di  Denmark yang terinfeksi virus Corona selama terjadinya pandemi virus Corona ini.

1. Hanya 1% Warga Denmark yang Terinfeksi Corona

Studi tersebut pasalnya dirilis oleh lembaga kesehatan benchmark bernama Statens Serum Institute (SSI). SSI beroperasi di bawah Kementerian Kesehatan Denmark yang memiliki tanggung jawab untuk mengatasi penyebaran penyakit menular. Para peneliti yang ada di sana memilih secara acak kurang lebih 2600 peserta warga Denmark. Akhirnya 1071 orang diantaranya setuju untuk menjalani pengujian antibodi.

Dari hasil pengujian togel tersebut didapatkan hanya 12 dari mereka yang dinyatakan positif virus Corona. angka ini pasalnya setara dengan 1,1% dari keseluruhan peserta yang mengikuti pengujian. Namun demikian, angka itu diklaim tidak bisa jadi gambaran secara pasti dan sepenuhnya seluruh populasi Denmark. “ Apakah angka-angka itu bisa menjadi gambaran seluruh populasi Denmark dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang tak bisa kamu temukan,” Demikianlah ujar perwakilan dari SSI, Steen Ethelberg, dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari CNN Indonesia. 

SSI sendiri pasalnya cuma melakukan tes di 5 buah lokasi terpilih saja. Dengan demikian, tes tersebut dilakukan secara terbatas di mereka mereka yang berada di kota kota terpilih tersebut.

2. Para Ahli Khawatir Denmark Rentan Corona

Dan menanggapi hal tersebut, ahli-ahli pasalnya malah khawatir bahwa Denmark bisa rentan terhadap penyebaran dan juga penularan virus korona dengan kecepatan yang jauh lebih masif. “Pada tingkat kolektif, kita tidak memiliki ketahanan. itu artinya ada potensi penyebaran epidemi lagi ( gelombang kedua),” ungkap ahli penyakit menular Denmark, Jens Lundgreen. 

Pada hari Rabu (20/5), Denmark pasalnya melaporkan sebanyak 11.117 kasus yang positif korona dengan 554 kematian yang terkonfirmasi. Denmark sendiri sampai sekarang sudah melakukan pelanggaran aturan pembatasan sosial. Dan sejak tanggal 15 April 2020 yang lalu negara tersebut telah membuka kembali sekolah dasar dan juga taman kanak-kanak dengan tetap mengikuti pedoman pencegahan virus Corona yang berlaku. 

Dan pada pekan ini, sejumlah Sekolah Menengah Rencananya akan dibuka kembali dengan diikuti pembukaan beberapa sarana publik seperti misalnya kebun binatang, bioskop, Mall, dan juga museum. 

3. Sudah Buka Toko dan Mal Setelah Pembatasan Corona Usai

Pada minggu kedua bulan Mei yang lalu Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen berkata bahwa pemerintahannya bakal mengizinkan toko toko ritel dan juga pusat perbelanjaan untuk beroperasi kembali mulai pertengahan bulan Mei ini. 

Menurut Frederiksen, langkah ini dilakukan setelah pemerintah mencabut rangkaian kebijakan pembatasan pergerakan yang dilakukan mereka secara bertahap guna diterapkan untuk menanggulangi penularan virus Corona di Denmark. Melansir dari CNN Indonesia Denmark memulai fase kedua pencabutan pembatasan pergerakan yang mana mencakup pembukaan kembali Cafe, tempat ibadah, Resto, perpustakaan, bar, Sekolah Sekolah Menengah Pertama, dan juga sekolah menengah atas pada tanggal 18 Mei 2020 yang lalu. 

Bahkan pertandingan liga olahraga profesional pun mulai diizinkan untuk berlangsung kembali Walau tanpa penonton mulai minggu ketiga bulan Mei.

Di fase pertama pelanggaran perbatasan sudah berlangsung sejak  satu setengah bulan yang lalu mencakup pembukaan kembali sekolah sekolah dasar dan juga sejumlah aktivitas bisnis di sana. Frederiksen juga menyebutkan bahwa seluruh pembukaan Aktivitas ini dilakukan di bawah aturan yang ketat dengan tetap menjaga jarak sosial. dan saat itu menurutnya warga tak bisa menganggap pembukaan Aktivitas ini sebagai fase kembali ke kehidupan “normal” layaknya sebelum pandemi virus Corona ini menyerang dunia.